Perkembangan Asas Legalitas Dalam Hukum Pidana Indonesia

Oleh :

Prof. Dr. Loebby Loqman, SH. MH

Prinsip “Legality” merupakan karekteristik yang essentieel, baik ia dikemukakan oleh “Rule of Law” – konsep, maupun oleh faham “Rechstaat” dahulu, maupun oleh konsep “Socialist Legality”. Demikian misalnya laranganan berlakunya Hukum Pidana secara retroaktif atau retrospective, larangan analogi, berlakunya asas “nullum delicium” dalam Hukum Pidana, kesemuanya itu merupakan suatu refleksi dari prinsip “Legality”

Download makalah di sini

About these ads

9 Responses to “Perkembangan Asas Legalitas Dalam Hukum Pidana Indonesia”


  1. 1 ali zubeir hasibuan Juli 18, 2009 pukul 8:31 am

    boleh gabung gak bang disini….??? kalau boleh gimana caranya …???

  2. 2 traf codot April 30, 2010 pukul 6:15 pm

    sejauh mana perkembangan hukum pidana????

  3. 3 andee Mei 24, 2010 pukul 9:28 am

    yeahhh saya setuju…sangat membantu saya thanks

  4. 4 selvand Januari 21, 2011 pukul 8:37 pm

    saya mau tanya gan, apakah Indonesia itu negara hukum atau negara kekuasaan sih ??

  5. 5 selvand Januari 21, 2011 pukul 8:39 pm

    apakah karena civil law system yang kita pakai ?

  6. 6 sony Maret 27, 2011 pukul 10:50 am

    bagaimana cra mengantisipasi kejahatan2 baru yg belum diatur oleh hukum positif?

    sifat legality yg mutlak membuat hukum mjd tidak fleksibel, tetapi pd kenyataan unsur larangan penggunaan analogi dpakai trhadap pencurian listrik..

  7. 7 Asmadi Bule Juni 15, 2011 pukul 8:00 am

    menurut AQ,,tentang larangan dalam penggunaan analogi dalam KUHP dalam pasal 1 ayat (2),,bagai mana jika tidak ada ketentuan yang mengatur dalam KUHP mengenai suatu perkara,,,padahal dalam dalam pasal 1 ayat 3 KUHP itu juga merupakan analogi,,

  8. 8 milanisty Juli 2, 2011 pukul 12:57 am

    untuk mengantisipasi kejahatan2 yang belum di atur dalam undang2 kita bisa melakukan penafsiran terhadap azas azas yang ada dalam huku pidana. . . .!!!!!

  9. 9 ady November 29, 2011 pukul 3:39 pm

    knpa sampe skarang blum ada prjanjia traktat antara indo singapur?
    makanya para koruptor pada lari ke singapur.
    gak adakah kpikiran?
    apakah sampai skrang ptinggi negara itu gak ada yg ngrti tujuan hukum itu apasih sebenarnya? sekedar memberikan rasa keadilan saja?salah bsar menganggap sperti itu,itu hanya tujuan klasiknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SURVEY

Apakah Anda Merasa Perlu KUHP Di Perbaharui?
1) Ya
2) Tidak
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukan Pers Diatur Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Pemerintah Dilindungi Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Jika Pejabat Publik Melakukan Tindak Pidana, Perlukah Di Pidana Lebih Berat?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukah R KUHP Mengatur Perlindungan Terhadap Tuhan?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Hukuman Mati Diatur Dalam R KUHP
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

Archieves

Calender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

  • 70,190 hits

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Flickr Photos

Timeless Hong Kong

Torre de Belém

Big Wave, Little Person

More Photos

Guest Book

Banner

Aku Nggak Korupsi

Blogger Anti Korupsi

Dilarang Korupsi

Online Chat

RSS Tempo Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: