Proses Pembahasan RUU KUHP Berlarut Timbulkan Keraguan

dimuat di Republika

Proses pembahasan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang berlarut-larut dan belum menunjukkan titik terang ke arah pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menimbulkan keraguan bagi banyak kalangan.

Pendapat itu dikemukakan para aktivis yang tergabung dalam Aliansi Nasional Reformasi KUHP, di Jakarta, Kamis, dalam acara “Refleksi dan Rencana Pembaharuan Hukum Pidana Di Indonesia”, antara lain Asep Yunan Firdaus (LSM HUMA), Eko Maryadi (Aliansi Jurnalis Independen), AH Semendawai (Elsam), Edi Supriyadi (Elsam).

Mereka berpendapat upaya pembaharuan hukum pidana nasional yang telah dilakukan sejak tahun 1960 merupakan langkah penting dan mendesak yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dalam rangka mewujudkan pembaruan hukum nasional.

Pembaharuan hukum pidana itu diharapkan dapat menciptakan dasar-dasar hukum pidana yang berkembang secara modern dan komprehensif yang dapat mengimbangi perkembangan jaman. Namun, kenyataannya, menurut Samendawai, proses pembahasan RUU KUHP yang berlarut-larut dan belum menunjukkan titik terang ke arah pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat telah menimbulkan keraguan bagi kalangan pemerhati hukum dan hak asasi manusia di Indonesia.

“Pemerintah tidak cukup mampu dalam menyelesaikan pembahasan RUU KUHP baru karena itulah proses penyelesaian RUU KUHP tertunda-tunda,” kata AH Samendawai. Mereka bahkan mempertanyakan akankah pembaharuan hukum pidana bisa berjalan seperti yang diharapkan, terlebih masih adanya pasal-pasal dan ketentuan yang dianggap dapat menganggu proses penegakan dan perlindungan HAM di Indonesia.

“Masih ada dan digunakannya pasal-pasal Hatzaai Artikelen telah membuka peluang bagi aparat penegak hukum untuk melakukan represi terhadap orang-orang dan kelompok yang secara kritis mengkritisi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” ujar Eko Maryadi yang juga Koordinator Advokasi Aliansi Jurnalis Independen itu.

Selain itu menurut Aliansi Reformasi KUHP itu, masih ada dan digunakannya pasal-pasal kesusilaan telah mengakibatkan intervensi negara dan komunitas yang terlalu jauh terhadap hak-hak pribadi individu sehingga berdampak pada begitu banyaknya delik yang bercorak “Victimless Crimes”.

Selain itu mengenai masih ada dan diberlakukannya ketentuan-ketentuan mengenai hukuman mati merupakan langkah mundur yang telah dicapai Indonesia, karena keberadaan dan penerapan hukuman mati dalam ketentuan dan praktik hukum hak asasi manusia internasional semakin banyak ditinggalkan.

Apalagi Indonesia telah menjadi anggota Dewan HAM PBB dan meratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik (ICCPR) pada tahun 2005. Masih adanya pasal-pasal tersebut menurut mereka merupakan kegagalan Tim Perumus RUU KUHP dalam konteks politik yang telah berubah saat ini. antara/mim

0 Responses to “Proses Pembahasan RUU KUHP Berlarut Timbulkan Keraguan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SURVEY

Apakah Anda Merasa Perlu KUHP Di Perbaharui?
1) Ya
2) Tidak
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukan Pers Diatur Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Pemerintah Dilindungi Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Jika Pejabat Publik Melakukan Tindak Pidana, Perlukah Di Pidana Lebih Berat?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukah R KUHP Mengatur Perlindungan Terhadap Tuhan?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Hukuman Mati Diatur Dalam R KUHP
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

Archieves

Calender

Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 86,197 hits

Flickr Photos

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

6922

Lebih Banyak Foto

Guest Book

Banner

Aku Nggak Korupsi

Blogger Anti Korupsi

Dilarang Korupsi

Online Chat

RSS Tempo Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: