RUU KUHP Baru Ancam Kebebasan Pers

Jakarta (ANTARA News) – RUU KUHP yang baru masih sarat dengan pasal-pasal mengenai delik pers, bahkan jumlah pasal mengenai delik pers lebih banyak jika dibandingkan dengan KUHP yang berlaku saat ini, sehingga berpotensi mengancam kebebasan pers.

“Dalam RUU KUHP yang baru terdapat 61 pasal yang berpotensi membahayakan kebebasan pers dan mengancam profesi jurnalistik,” kata Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Eko Maryadi di Jakarta, Kamis, pada acara “Refleksi dan Rencana Pembaharuan Hukum Pidana di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan KUHP yang saat ini ada jumlah pasal delik pers semakin banyak yakni dari 37 pasal menjadi 61 pasal.

“Oleh karena itu komunitas pers menilai RUU KUHP yang baru tersebut lebih buruk dibandingkan dengan KUHP yang ada,” tegasnya.

Eko mengatakan hampir semua pasal mengenai delik pers yang terdapat dalam KUHP dimasukkan kembali ke dalam RUU KUHP.

“Ini termasuk sejumlah pasal yang banyak dikritik yakni pasal-pasal yang berisi penghinaan terhadap penguasa (Hatzaai Artikelen) dan pasal-pasal mengenai pencemaran nama baik,” tegasnya.

Bahkan perubahan lain yang juga terdapat dalam RUU KUHP juga mengenai perluasan definisi pers yang mencakup semua jenis media yakni media cetak, media televisi hingga radio.

Hal lain yang juga perlu dicermati menurut Eko, adalah adanya pasal yang mengatur tentang ketentuan hukum mengenai pencabutan profesi.
“Dalam RUU KUHP terdapat pasal yang mengatur tidak hanya hukuman penjara tetapi juga pencabutan profesi,” katanya.

Ketentuan dalam RUU KUHP untuk menghukum pemberitaan pers dan profesi jurnalistik akan mengancam kemerdekaan pers.

“Jika setiap pemberitaan yang kritis dijawab dengan pemenjaraan maka fungsi kontrol pers akan terganggu. Jika pers terganggu hak informasi publik yang dijamin konstitusi akan terabaikan,” ujar Eko pada acara “Refleksi dan Rncana Pembaharuan Hukum Pidana Di Indonesia yang digelar oleh aliansi nasional Reformasi KUHP.(*)

Copyright © 2006 ANTARA

0 Responses to “RUU KUHP Baru Ancam Kebebasan Pers”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SURVEY

Apakah Anda Merasa Perlu KUHP Di Perbaharui?
1) Ya
2) Tidak
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukan Pers Diatur Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Pemerintah Dilindungi Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Jika Pejabat Publik Melakukan Tindak Pidana, Perlukah Di Pidana Lebih Berat?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukah R KUHP Mengatur Perlindungan Terhadap Tuhan?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Hukuman Mati Diatur Dalam R KUHP
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

Archieves

Calender

Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 86,197 hits

Flickr Photos

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

6922

Lebih Banyak Foto

Guest Book

Banner

Aku Nggak Korupsi

Blogger Anti Korupsi

Dilarang Korupsi

Online Chat

RSS Tempo Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: