Sekilas Tentang Perkembangan Pembahasan RUU Pornografi : Tetap Berlanjut meski Bias Perspektif Korban



/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Menjelang masa reses yang akan dimulai pada tanggal 18 Julli 2008 sampai dengan bulan depan, tidak menghentikan proses pembahasan Rancangan Undang – Undang (RUU) Pornografi yang pada tahun ini rencananya harus sudah menjadi Undang – Undang (UU). Tekanan politis yang begitu besar menjadikan rancangan produk UU ini hanya memenuhi target saja, ini dibuktikan oleh pernyataan Khairunisa dari Fraksi Golkar dalam hearing dengan jaringan LSM pada 7 Juli lalu “kami tidak mungkin menghentikan pembahasan karena RUU ini sudah menjadi warisan periode lalu yang tidak terselesaikan”.

Pernyataan senada pernah pula diungkapkan Latifah, dalam konfrensi pers pada tanggal 1 Juli, bahwa beberapa konstituennya mempertanyakan kapan pembahasan dilanjutkan. Ungkapan kontra ditegaskan oleh Ratna Batara, “pembahasan yang terburu – buru merupakan upaya untuk merebut hati konstituen guna memenangkan pemilu 2009″. Maka pernyataan Latifah pada konfrensi pers lalu telah memanipulasi kondisi sebenarnya, lihat pernyataan Latifah bahwa”saya sedih isunya sudah bergeser pada agama bukan kriminal”. Tetapi melihat hasil rumusan panja (Panita Kerja), yang diketuai Yoyoh Yusroh, pada tanggal 27 Juni 2008 menuliskan bahwa salah satu tujuan dari Pasal 3 Huruf b RUU ini adalah memberikan pembinaan dan pendidikan moral serta akhlak kepada masyarakat. Keterangan ini diperoleh dari risalah PANJA dari salah satu anggota DPR, karena proses PANJA memang dijalankan tertutup menjadi dalih oleh tim untuk tidak berbagi informasi.

 

Rumusan lainnya yang belum mengkerucut adalah materi seksualitas untuk pendidikan, pertunjukkan seni dan budaya serta adat istiadat belum disetujui sebagai perkecualian. Sehingga berdasarkan risalah tertanggal 28 Juni 2008, rumusan ini akan dilanjutkan pembahasannya ke tim perumus, TIMUS.

 

Namun disisi lain potensi kriminalisasi bagi korban perempuan dan korban anak telah diatur yakni sebagaimana bunyi pasal 8 yang telah disetujui oleh tim PANJA yakni :

 

 

“setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi obyek atau model yang mengandung muatan pornografi”

 

 

Meskipun hal ini kontradiksi dengan pasal – pasal sebelumnya bahwa pelibatan anak sebagai model atau objek tidak diperbolehkan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf (b) dan Pasal 7

 

Pasal 4 Ayat 1 Huruf (b)

 

 

Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengunduh, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, meminjamkan atau menyediakan pornografi yang memuat: ….b. peran dan pelibatan anak sebagai objek dan kegiatan pornografi

 

Pasal 7

 

 

Setiap orang dilarang menjadikan anak sebagai objek atau model pornografi

 

Sehingga pengaturan ini justru tidak melindungi korban anak yang dijadikan objek akibat perdagangan, industri pornografi serta ulah kaum pedofilia. Meskipun ada anak yang menjadi model ini disebabkan anak belum memiliki kematangan berpikir karena dibujuk rayu untuk menjadi model. Begitupula dengan korban perempuan yang berada dalam jeratan hutang maupun perdagangan sangat berpotensi terjebak sebagai objek pornografi. Bahkan belum lama ini terjadi, seorang perempuan korban perkosaan yang tanpa kehendaknya direkam oleh salah satu pelaku kemudian disebarluaskan melalui handphone. Fakta – fakta hukum yang terjadi seharusnya menjadi dasar pertimbangan dalam menyusun rumusan. Tidak hanya mengutamakan pada kepentingan moral semata, yang belum jelas standartnya, tetapi lebih mementingkan perlindungan korban yang sesungguhnya.

 

Dengan rumusan yang kontradiktif tersebut memperkuat dugaan bahwa ada yang cacat semasa pembahasan, yang dilakukan terburu – buru, dengan mendasar adanya indikasi pemalsuan tanda tangan absensi agar dinyatakan quorum guna mempercepat proses pembahasan. Ketika hal tersebut dipertanyakan dalam hearing dengan fraksi golkar, Irshad selaku perwakilan fraksi mengelak dan menyatakan meskipun ada silakan dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRRI. (MSM)

0 Responses to “Sekilas Tentang Perkembangan Pembahasan RUU Pornografi : Tetap Berlanjut meski Bias Perspektif Korban”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SURVEY

Apakah Anda Merasa Perlu KUHP Di Perbaharui?
1) Ya
2) Tidak
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukan Pers Diatur Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Pemerintah Dilindungi Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Jika Pejabat Publik Melakukan Tindak Pidana, Perlukah Di Pidana Lebih Berat?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukah R KUHP Mengatur Perlindungan Terhadap Tuhan?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Hukuman Mati Diatur Dalam R KUHP
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

Archieves

Calender

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 86,197 hits

Flickr Photos

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

6922

Lebih Banyak Foto

Guest Book

Banner

Aku Nggak Korupsi

Blogger Anti Korupsi

Dilarang Korupsi

Online Chat

RSS Tempo Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: