Sanksi Pidana Tidak Relevan


/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Jumat, 25 Juli 2008 | 00:51 WIB

Jakarta, Kompas – Pakar perbandingan hukum internasional, Toby Daniel Mendell, menyatakan, sanksi pidana untuk kasus pencemaran nama baik sudah tidak relevan lagi di dunia modern. Banyak negara sudah meninggalkan ketentuan itu dan menggantinya dengan sanksi perdata. Sanksi pidana dinilai tidak proporsional dan berlebihan untuk menghukum suatu tindak pencemaran nama baik.

Hal itu diungkapkan Mendell saat menjadi saksi ahli dalam sidang uji materi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pasal pencemaran nama baik yang diajukan dua pekerja pers, Rabu (23/7) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Mendell mengungkapkan kesaksiannya melalui video conference. Selain Mendell, sidang juga mendengarkan kesaksian ahli dan pemerhati pers, antara lain Atmakusumah, Nono Anwar Makarim, dan Yenti Ganarsih.

Menurut Mendell, kebebasan berpendapat adalah dasar sebuah negara demokrasi. Sebagai hak dasar, kebebasan ini memang dapat dibatasi asalkan dilakukan secara sah. Pembatasan harus dilakukan dengan undang-undang, memiliki tujuan yang sah, atau untuk melindungi tujuan yang sah. Namun, pembatasan harus dilaksanakan secara hati-hati dan tidak boleh memiliki killing effect (efek membunuh) sehingga membuat orang tak berani mengemukakan pendapat.

Mengenai sanksi pidana untuk kasus pencemaran nama baik, Mendell menjelaskan, hal itu tak lagi digunakan banyak negara. Aturan itu tak lagi relevan. Aturan itu relevan saat muncul pada abad ke-13 atau ke-14 untuk melindungi kepentingan umum. Pada masa itu, suatu pencemaran nama baik yang dilakukan seseorang dapat berdampak pada terjadinya duel yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Namun, saat ini hal itu tidak ada lagi.

Ia tak melihat relevansi sanksi pidana untuk kasus pencemaran nama baik dengan alasan melindungi kepentingan umum. Ada instrumen lain untuk melindungi reputasi seseorang tanpa harus menerapkan sanksi pidana.

Atmakusumah menegaskan, pandangan yang menganggap karya jurnalistik sebagai kejahatan kian tidak populer sehingga tak layak dipertahankan. (ana)

Diambil dari Kompas

0 Responses to “Sanksi Pidana Tidak Relevan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SURVEY

Apakah Anda Merasa Perlu KUHP Di Perbaharui?
1) Ya
2) Tidak
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukan Pers Diatur Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Pemerintah Dilindungi Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Jika Pejabat Publik Melakukan Tindak Pidana, Perlukah Di Pidana Lebih Berat?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukah R KUHP Mengatur Perlindungan Terhadap Tuhan?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Hukuman Mati Diatur Dalam R KUHP
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

Archieves

Calender

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 86,286 hits

Flickr Photos

It's a Family Affair...

Trains (over the bridge)

Burrowing Owl

Lebih Banyak Foto

Guest Book

Banner

Aku Nggak Korupsi

Blogger Anti Korupsi

Dilarang Korupsi

Online Chat

RSS Tempo Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: