Akui Salah Identifikasi, Polisi Tetap Bantah Ada Eror in Persona

Polisi umumkan hasil Tes DNA mayat di kebun tebu sebagai Fauzin Suyanto dan pastikan penyidik salah identifikasi, tapi tetap menolak dikatakan error in persona. Belakangan, pembunuhan yang dilakukan Kemat Cs ini malah dikait-kaitkan dengan Ryan. Satu saksi sedang dalam pengejaran.

 

Akhirnya, tim gabungan unsur Reskrim, Binkum, Provost, dan Labfor yang dibentuk oleh Polda Jawa Timur mendapatkan satu kesimpulan. Mayat yang ditemukan di kebun tebu tanggal 29 September 2007 yang dahulu diguga sebagai Asrori adalah Fauzin Suyitno yang juga warga Nganjuk, Jawa Timur. Sekedar mengingatkan, dalam kasus ini sudah ada dua orang yang berstatus terpidana, Imam Hambali alias Kemat dan Devid Eko Priyanto. Kemudian, satu orang bersatus sebagai terdakwa bernama Maman Sugianto yang sedang diproses di Pengadilan Negeri Jombang.

 

 

Setelah dilakukan tes DNA yang dilakukan Laboratorium Pusdokkes Polri terhadap Mr. X2 -sebutan untuk mayat yang diduga dibunuh Kemat Cs, dipastikan mayat tersebut bukanlah Asrori. Bukan hanya karena mayat Asrori sudah diidentifikasi sebagai korban tersangka Ferry Idham Henyansyah alias Ryan, tetapi juga karena DNA yang mengaku ibu dan saudara Fauzin bersesuaian dengan mayat tersebut.

 

 

Kabid Dokpol Pusdokkes Polri Musaddeq mengatakan ada tiga keluarga yang dicocokkan sampel DNA-nya dengan mayat Fauzin. Pertama, bapak dan ibu Hendroliyono yang melaporkan kalau ada anggota keluarganya telah hilang. Lalu, ada juga yang mengaku ibu dari Fauzin Suyanto dan saudaranya. Terakhir, bapak dan ibu kandung Asrori. Dari beberapa sampel ini yang match dengan Mr.X2 adalah dari yang mengaku keluarga Fauzin. “Kesimpulan kami, Mr X2 ini adalah anak biologis dari Ny. Suyati (ibu Fauzin),”ungkapnya.

 

 

Kesimpulan Laboratorium Pusdokkes Polri ini, lanjut Musaddeq dapat dipertanggungjawabkan. Setiap mereka membuat hasil atau kesimpulan tes DNA, pasti menyebutkan presentasi kebenarannya. Apalagi, sampel yang digunakan adalah DNA inti -ibu Fauzin. Untuk menghitung presentase kebenaran ataupun kegagalan mereka gunakan statistik, dimana salah satu variabelnya adalah population data base. “Kami pernah menghitung bersama pakar-pakar DNA Australia, faktor kesalahan hanya satu per sepuluh pangkat empat belas atau satu per seratus triliun. Jadi, hampir 100% kebenarannya,” bebernya.

 

 

Dengan hasil kesimpulan seperti ini, pihak kepolisian mengakui kalau memang penyidik telah melakukan salah identifikasi. Namun, Badrodin  Haiti, Direktur I Keamanan dan Transnasional Bareskrim Mabes Polri menegaskan salah identifikasi tidak identik dengan salah tangkap atau error in persona. Kemat dan Devid dalam persidangan mengakui, sehingga meyakinkan hakim untuk memutuskan mereka secara sah bersalah. “Yang dianggap sah pada proses hukum itu adalah keterangan yang dinyatakan ketika proses persidangan. BAP kepolisian hanya sebagai bahan,” dalihnya.

 

 

Terkait Ryan

 

Kesalahan para penyidik pembantu, sampai saat ini, baru pada tahap mengidentifikasi korban. Ketika itu, mereka, hanya berdasarkan beberapa keterangan saja, tidak dilakukan secara ilmiah (odontologi dan tes DNA). “Belum tentu salah tangkap terhadap pelaku karena pada saat yang sama ada dua kejadian,” kata Badrodin. Pada tanggal 21 September 2007, Asrori juga ternyata menghilang dari rumah.

 

 

Pada tanggal tersebut ada telepon yang masuk ke handphone Fauzin, sehingga ia buru-buru ke luar. Itu tepat pukul 8.00. Lalu, pada pukul 8.30 ia masih terlihat di kantornya. Kemudian ada telepon masuk lagi, lalu ia pergi. Untuk menyelidiki keterkaitan kasus ini handphone harus ditemukan. “Kami masih meminta CDR-nya. Kami juga sudah mengerahkan IT, tapi masih belum ada hasilnya,” ujar Badrodin.

 

 

Hasil penyelidikan polisi sementara, diduga Kemat Cs dan Ryan mengenal satu sama lain. Ini masih dalam proses penyelidikan. Banyak kemungkinan. Menurut Badrodin, bisa saja pelaku pembunuhan Fauzin tidak hanya tiga orang itu. “Nah, penyelidikan sedang mengarah ke sana”.

 

 

Sembari berjalan upaya hukum yang dilakukan pengacara Kemat Cs -Peninjaun Kembali, polisi tetap melakukan penyelidikan. Apakah ada kaitan antara pelaku pembunuhan Asrori  dengan Kemat Cs? Karena penyelidikan ini belum selesai, masih ada kemungkinan Kemat Cs membunuh mayat yang di kebun. Malahan, polisi mencium kemungkinan pembunuhan Fauzin berikut Asrori dilakukan bersama-sama Ryan. Ada beberapa persamaan dan hubungan. “Ini karena memang korban yang Mr.X2 itu juga gay. Komunitasnya sama,” tukas Badrodin. Dugaan ini masih diselidiki, sehingga belum dapat diungkapkan.

 

 

Kabareskrim Mabes Polri Bambang Hendarso Danuri yang ditemui di pelataran Bareskrim mengatakan dalam menyelidiki keterkaitan ini, ada satu saksi yang sedang dikejar. Namun, ia tidak berani bicara terlalu jauh karena penyelidikan belum selesai. “Jangan dulu, saya nggak berani bicara karena itu masih dalam proses pengejaran”.

 

 

Di lain pihak, penyidik dan penyidik pembantu yang melakukan salah identifikasi, menurut Kadiv Humas Mabes Polri Abu Bakar Nataprawira mengatakan siapapun yang melakukan kesalahan atau kekeliruan tetap akan diproses. Tapi, dilihat juga sampai sejauh mana kesalahan atau kekeliruannya. Karena tes DNA baru diumumkan dan walau sudah terbukti salah identifikasi, menurut Abu Bakar, masih terlalu dini mengatakan langkah seperti apa yang akan diambil Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Jombang.

0 Responses to “Akui Salah Identifikasi, Polisi Tetap Bantah Ada Eror in Persona”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SURVEY

Apakah Anda Merasa Perlu KUHP Di Perbaharui?
1) Ya
2) Tidak
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukan Pers Diatur Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Pemerintah Dilindungi Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Jika Pejabat Publik Melakukan Tindak Pidana, Perlukah Di Pidana Lebih Berat?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukah R KUHP Mengatur Perlindungan Terhadap Tuhan?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Hukuman Mati Diatur Dalam R KUHP
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

Archieves

Calender

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 86,197 hits

Flickr Photos

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

6922

Lebih Banyak Foto

Guest Book

Banner

Aku Nggak Korupsi

Blogger Anti Korupsi

Dilarang Korupsi

Online Chat

RSS Tempo Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: