UU ITE Bungkam Kebebasan Berpendapat

Media Indonesia

Kamis, 04 Desember 2008 00:01 WIB

Dasar Hukum: Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

ALIANSI Nasional Reformasi Hukum Telematika Indonesia (ANRHTI) menyatakan keberatan atas UU ITE karena membatasi hak berpendapat dan berkomunikasi.
“Percakapan atau penyebaran informasi yang dilakukan secara pribadi, bukan di muka umum, harusnya bukan bentuk tindak pidana. Namun UU ITE mengkriminalisasi hal itu,” ujar Anggara, Koordinator ANRHTI di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, isi KUHP lebih baik jika dibandingkan dengan UU ITE karena lebih jelas dan menjangkau pelaku pelanggaran yang didefinisikan dalam UU ITE.

Salah satu pasal UU ITE, Pasal 27 ayat 3, menyebutkan perbuatan yang dilarang ialah tindakan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pelanggaran atas pasal tersebut diancam denda maksimal Rp1 miliar dan/atau pidana penjara maksimal enam tahun. Padahal parameter penghinaan dan pencemaran nama baik tidak dinyatakan dengan jelas.

Menurut Suryadi Radjab, Sekretaris Badan Pengurus Nasional Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (BPN PBHI), pasal itu menunjukkan negara telah masuk ranah privat.

“Delik penghinaan akan selalu digunakan untuk membungkam orang,” imbuhnya. (*/P-3)

2 Responses to “UU ITE Bungkam Kebebasan Berpendapat”


  1. 1 Kesuma Desember 7, 2008 pukul 8:05 am

    Setuju jika beberapa pasal dalam UU ITE direvisi, terutama pasal 27 dan 28. Saya juga pernah baca tulisan yang mendukung untuk revisi UU ITE di Majalah Biskom edisi Nopember 2008, bulan yang lalu. Tapi, judul tulisan tentang perlindungan hukum bagi blogger, dan isinya secara mendalam mempersoalkan pula kelemahan UU ITE dan perlunya revisi.

  2. 2 @TwittHerry Oktober 23, 2013 pukul 2:45 pm

    Kalo ada fitnah lewat internet berawal dari sms atau percakapan pribadi gimana?
    Sms dan obrolan bbm jelas tertulis dan jika terbukti dari pengirim pertama bisa ditentuin kan?
    Masa fitnah dianggap membungkam kebebasan berbicara? sekolah tinggi2 mending gak usah dijalanin lah, jawaban salah kok pengennya bener. Atau emang dulu sekolahnya begitu ya? nyontek aja ngerasa dia yg jawab.😀
    Kebebasan berpendapat, bukan berarti kebebasan memfitnah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




SURVEY

Apakah Anda Merasa Perlu KUHP Di Perbaharui?
1) Ya
2) Tidak
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukan Pers Diatur Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Pemerintah Dilindungi Dalam R KUHP?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Jika Pejabat Publik Melakukan Tindak Pidana, Perlukah Di Pidana Lebih Berat?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Perlukah R KUHP Mengatur Perlindungan Terhadap Tuhan?
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

SURVEY

Masih Perlukah Hukuman Mati Diatur Dalam R KUHP
1) Perlu
2) Tidak Perlu
3) Tidak Tahu

View Results
Make your own poll

Archieves

Calender

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 86,197 hits

Flickr Photos

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

6922

Lebih Banyak Foto

Guest Book

Banner

Aku Nggak Korupsi

Blogger Anti Korupsi

Dilarang Korupsi

Online Chat

RSS Tempo Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: